Mitra Aspiratif Publik

Anggota DPRD Makassar Rezki Gelar Sosialisasi Perda No 3 Tahun 2006 Tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif

Makassar | Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki melakukan sosialisasi Perda No 3 Tahun 2006 tentang Pemberian Air Susu Ibu ( ASI) Ekslusif di Hotel Horizon Ultima Jalan Jendral Sudirman, Jumat (28/5/2021).

Di hadapan ratusan peserta sosialisasi yang didominasi ibu-ibu dari dapil 1 (Makassar, Ujung Pandang, Rappocini), Rezki menegaskan bahwa pemerintah menyadari betul pentingnya pemberian ASI Ekseklusif kepada anak, sehingga dirumuskan lewat Perda No 3 Tahun 2006.

ASI eksklusif kata dia merupakan ASI yang hanya bisa didapatkan pada awal-awal kelahiran. ASI ini wajib diberikan kepada anak lantaran mengandung gizi yang tidak bisa digantikan oleh minuman dan makanan apapun.

ASI eksklusif ini adalah ASI yang diberikan kepada anak saat awal kelahiran, itu gizinya tidak bisa digantikan sehingga masyarakat wajib memberikan ASI tersebut ke anaknya,” ujarnya.

ASI eksklusif sangat penting dalam pertumbuhan anak karena mampu mencegah anak dari stunting atau masalah pertumbuhan.

“Stunting ini persoalan serius dalam perkembangan anak, utamanya berkaitan dengan SDM sehingga erat kaitannya dengan perkembangan bangsa. Anak yang diberikan ASI gizinya akan tercukupi sehingga mencegah mereka untuk terkena stunting,” katanya.

Sementara itu salah seorang pemateri dari Dinkes dr Ita Anwar menjelaskan, ciri-ciri ASI eksklusif sangat jelas dan mudah dibedakan dengan ASI biasa. ASI eksklusif cenderung kental dan berwarna kuning keemasan. ASI tersebut hanya bisa didapatkan dalam kurun waktu 2-4 hari setelah kelahiran.

“Pastikan bayi itu mendapatkan ASI eksklusif ibu, itu didapat dari kolostrum, ini maksudnya ASI eksklusif, warnanya putih ke kuning-kuningan. ASI ini jelas bisa meningkatkan kecerdasan anak,” jelasnya.

Dia melanjutkan bahwa lokus stunting Makassar sudah mencakup 80 kelurahan dari 153 per 2021, sehingga Makassar perlu berbenah agar anak-anak terselamatkan.

Selain itu dia juga menekankan banyaknya mitos terkait ASI, di mana beberapa orang beranggapan ASI eksklusif merupakan susu yang tak layak diberikan alias basi. Anggapan tersebut merupakan kesalahan.

“Kita harapkan semua bisa sadar dengan pemberian ASI ini, kita juga mengapresiasi anggota dewan khususnya Ibu Rezki yang telah menyelanggarakan sosialisasi seperti ini,” pungkas dia.(*)

Leave a comment