Dedi Kurnia Syah Bilang Terlalu Berlebihan, Fadli Zon: Pernyataan Tidak Cerdas dari Seorang Panglima TNI

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, JAKARTA— Anggota DPR Fadli Zon menyebut pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tidak cerdas terkait media sosial (medsos) dijadikan media propaganda oleh pihak tertentu.

“Pernyataan yang tidak cerdas dari seorang Panglima TNI. Masih belum mengerti demokrasi,” ungkap Fadli Zon melalui akun Twitternya, Minggu (22/11).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Minggu (22/11), ikut merespon pernyataan Panglima TNI Hadi yang menyebut Indonesia akan menjadi Arab Spring.

Dikatakan, pernyataan Panglima TNI bisa dipahami dua hal. Pertama, Panglima TNI terlalu lambat merespon media sosial.

Sebab gerakan sosial politik melalui media sosial sudah berlangsung lama di banyak negara, menyadari imbas itu hari ini, menandai lambatnya laju berpikir Panglima TNI.

Kedua sambung Dedi, kekhawatiran Marsekal Hadi atas Indonesia akan menjadi Arab Spring dinilai terlalu berlebihan.

“Terlalu berlebihan, kita berbeda dari dua sisi, sosiologi demokrasi dan geopolitik. Menyandingkan iklim politik Indonesia dengan negara-negara Arab terlalu jauh,” pungkas Dedi.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai, media sosial bisa jadi alat propaganda seperti fenomena Arab Spring.

Sehingga, masyarakat harus berhati-hati dalam mencerna informasi dari medsos.

“Media sosial yang lahir karena adanya dunia maya, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lain-lain ternyata dapat pula dijadikan sebagai alat komunikasi politik,” kata Marsekal Hadi, dalam keterangannya, Minggu (22/11).