Musni Umar: Hukum Acapkali hanya Berlaku pada Mereka yang Dianggap Bukan Bagian dari Kekuasaan

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi JAKARTA— Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Umar, menyindir penegakan di Indonesia terkait prokes yang dilanggar menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Medan.

untuk semua. Faktanya acapkali pada yang bukan bagian dari kekuasaan,” ungkap Umar dalam cuitan Twitter, Minggu (22/11).

Dalam cuitan itu, Umar menautkan sebuah portal berita; Catatan Bawaslu, Kubu Bobby Nasution Sudah 14 Kali Langgar Prokes.

Seperti diketahui, Koordinator Divisi Data dan Informasi Bawaslu Kota Medan, M Taufiqqurohman Munthe, Sabtu (21/11) menjelaskan, pelanggaran dilakukan kedua pasangan calon yang berlaga di Pilkada Medan, baik Akhyar Nasution-Salman Alfarisi maupun Bobby Nasution-Aulia Rachman.

saja, pelanggaran lebih banyak dilakukan kubu tim pemenangan menantu Jokowi, Bobby Nasution, yakni sebanyak 14 kali.

Sementara dari kubu Akhyar-Salman 9 kali.

Dalam cuitan lainnya, Umar menyebutkan,dalam negara demokrasi, ada yang seperti Presiden AS, Donald Trump.

“Kalau bertarung mau menang. Ketika kalah menuduh lawan curang,” katanya.

“Untuk benarkan klaimnya, dia bawa ke pengadilan. Hakim ternyata tidak bisa disogok. Kita perlu hakim berintegritas,” kata lagi.

Ditambahkannya, sistem demokrasi banyak kelemahannya seperti dipertontonkan Presiden AS, Donald Trump. Tetapi ini masih lebih baik dari sistem totaliter dan sistem monarki.