Cegah Anak Stunting, Remaja Disarankan Rajin Sarapan dan Makan Sayur

Ads Pemkot Makassar

RAKYAT SULAWESI – Masalah harus menjadi kesadaran sejak agar menjaga asupan gizinya. Karena, ternyata stuntig terhadap anak adalah sebuah siklus yang dimulai sejak putri.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association, dr Rita Ramayulis, mengatakan, putri adalah calon ibu. Jika calon ibu punya asupan gizi kurang sejak , maka ia berisiko mempunyai anak kurang gizi dan si anak akan mencontoh pola ibunya dan terus berputar.

Rita mengingatkan untuk selalu pagi, pastikan selalu ada sayur dengan jumlah tepat pada setiap kali waktu utama, dan mengurangi an tinggi gula dan garam.

putri disarankan untuk mengonsumsi tablet penambah darah seminggu sekali, satu tablet, di hari yang sama. Minumnya setelah dengan air putih. Tidak boleh bersamaan dengan susu, kopi atau teh ya. Ingat, upayakan selalu ada sayur saat dan utama,” kata dr Rita saat sebagai pemateri utama pada webinar bertajuk ‘Yang Muda ’ di Palu, Jumat (20/11/2020).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Maria Ernawati, mengatakan, diperlukan peran semua lapisan masyarakat dalam penan . Salah satunya, pada kelompok .

“Sulawesi Tengah masuk peringkat 10 besar di Indonesia. Sehingga, diperlukan semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan men , terutama para kelompok ,” kata Kaper Maria Ernawati.

Pada virtual meeting dihadiri kurang lebih 100 peserta didominasi itu, Erna menjelaskan, peran BKKBN dalam penan dilakukan melalui intervensi bina keluarga balita (BKB) dan intervensi program generasi berencana (GenRe).

Intervensi BKB, kata dia, meliputi penguatan parenting dan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), pemberian pendidikan, komunikasi informasi edukasi (KIE) dan pola asuh dalam keluarga, promosi dan konseling inisiasi menyusui dini (IMD) dan air susu inbu (ASI) eksklusif.

Kemudian, pemantauan tumbuh kembang di pos pelayanan terpadu (Posyandu) melalui kartu kembang anak (KKA) dan pemberian edukasi kesehatan reproduksi (Kespro).

Sedangkan inervensi melalui program GenRe, meliputi pendidikan kespro di sekolah, pemberian edukasi gizi , pembentukan dan penguatan pendidik sebaya atau konselor sebaya, baik dari jalur formal maupun informal dan optimalisasi keberadaan PIK R baik jalur Sekolah maupun masyarakat.

merupakan masalah gizi kerap dialami balita. Namun faktanya, bukan lagi menjadi isu hanya fokus pada ibu dan balita saja, namun juga terhadap ,” ucapnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr Anang S Otoluwa, menjelaskan, pemenuhan gizi pada 1.000 HPK memiliki efek jangka pendek terhadap perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, serta metabolisme, hormon dan gen.

Sedangkan efek jangka panjangnya berdampak pada kognitif dan prestasi belajar, imunitas, kapasitas kerja dan penyakit serius lainnya seperti diabetes, obesitas dan jantung.

“Yang bisa dilakukan untuk men yakni men pernikahan dini, keluarga berencana, kehamilan sehat, IMD, pemberian ASI ekslusif, pendidikan usia dini dan ikut posyandu prakonsepsi,” tegasnya.

Sebagai infromasi tambahan, 10 provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.HGA

The post Anak , Disarankan dan Sayur appeared first on SultengRaya.