Tebang Pohon, Petani di Abdya Tewas Dihantam Batang Pohon

Ads Pemkot Makassar

BLANGPIDIE – RAKYAT SULAWESI | | M Nasir (35) warga Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya () yang berprofesi sebagai ditemukan meninggal dunia dalam kawasan pergunungan Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng, , Sabtu (21/11) sekira pukul 10.00 WIB. Korban dilaporkan pada saat itu sedang menebang disalah satu kebun warga menggunakan mesin Senso mini.

Kapolres AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kapolsek Manggeng Ipda Fauzi Adha, menerangkan bahwa, korban ditemukan berjarak empat kilometer dari kawasan rumah penduduk. Pada saat itu korban dilaporkan telah dua hari tidak pulang kerumah setelah sempat pamit untuk menebang dilokasi perkebunan kawasan pergunungan Lhok Batee Intan.

Mendapat laporan kehilangan dari pihak keluarga, Badan Penanggulangan Bancana Kabupaten (BPBK) dibantu personel Polsek Manggeng, Tim Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) bersama warga langsung menyisir lokasi tempat korban beraktifitas pada saat menebang .

“Selesai Shalat Jumat kemaren, tim gabungan melakukan penyisiran dikawasan pergunungan Lhok Batee Intan. Setelah setengah hari mencari hingga memasuki waktu magrib, korban tidak juga ditemukan. Apalagi pada saat itu cuaca sangat buruk dan tidak memungkinkan mencari pada waktu malam hari. Jadi kami terpaksa kembali turun untuk melanjutkan esok hari,” kata Kapolsek Fauzi didampingi Sekretaris BPBK Din Armaya ST dan Kanit Reskrim Bripka Syahril,

Selanjutnya, pada hari ini (Sabtu), lanjut Fauzi, pihaknya kembali menyisir lokasi tempat korban menebang . Dua jam menyisir kawasan itu, baru korban berhasil ditemukan dalam posisi telungkup di lembah perbukitan.

“Kita menduga korban terpental setelah yang ia menghantam tubuh korban dan akhirnya telungkup ke lembah sedalam lebih kurang 3 meter,” jelas Kapolsek Fauzi.

Karena tidak ada yang melihat korban, maka bisa diprediksi korban sudah dua hari tergeletak dilokasi tersebut. “Saat kita temukan, korban mengalami luka di bagian wajah sebelah mata kiri dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” tuturnya lagi.

Setelah berhasil ditemukan, tim bersama warga mengevakuasi korban menggunakan tandu darurat dari sarung dan kayu. “Jasad korban terpaksa dibawa secara berhati-hati karena medan yang begitu berat untuk dilalui sebab jalan licin disertai hujan,” pungkasnya.

Untuk sementara korban sudah dibawa pulang ke rumah duka menggunakan ambulan untuk di farzukifayah. “Karena pihak keluarga menolak untuk divisum, maka jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan di TPU Desa Kayee Aceh,” sebutnya.

Diinformasikan, korban yang juga berprofesi sebagai itu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Dimana, anak kedua baru saja lahir dan beumur 50 hari. (ZAL)

The post , di appeared first on Realitas Online.