Penanggulangan Covid-19 di Bali, Sembuh 73 Orang dan Tak Ada Korban Jiwa

Ads Pemkot Makassar

RAKYAT SULAWESI |, Denpasar-

 

Perkembangan Pandemi -19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus :
TERKONFIRMASI sebanyak 94 (93 melalui Transmisi Lokal dan 1 PPDN), sebanyak 73 , dan NIHIL Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut :
Terkonfirmasi Positif 13.160 ,
12.031 (91,42%), dan Meninggal Dunia 410 (3,12%). Kasus Aktif per hari ini, Sabtu 21 November 2020 menjadi 719 (5,46%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi peran, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Menurut Ketua Harian TGPP -19 Provinsi Bali, Dewa Indra bahwa Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah -19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

“Ingat pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan lain,” tutur Dewa Indra.

Tetaplah waspada dan patuh jalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada. -19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita.

 

Editor : Mahatma Tantra