Pembangunan Tol Terhambat Sengketa Lahan, Begini Tanggapan DPR

Ads Pemkot Makassar

Jakarta, RAKYAT SULAWESI – Terhambatnya jalan tol akibat permasa pembebasan di sejumlah daerah kembali menuai sorotan, salah satunya adalah tol Serang-Panimbang yang ikut memancing perhatian para wakil rakyat, terutama Komisi V DPR RI.

“Kita berharap pihak-pihak terkait dapat menyelesaikan masalah-masalah kecil tol ini secepatnya, agar tol ini bisa memberikan pelayanan bagi masyarakat khusunya saat mudik lebaran nanti,” kata Andi Iwan Darmawan Aras dalam keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Sabtu (21/11/2020).

Ia melanjutkan, proyek Tol Serang-Panimbang ini sebagaian biayanya bersumber dari APBN dan sebagian oleh swasta.

“Kita harapkan nanti bisa selesai tepat waktu sesuai yang direncanakan, yaitu pada tahun 2023 sudah bisa digunakan untuk arus mudik lebaran,” ucap politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Saat meninjau proyek Tol Serang-Panimbang, di Serang, Banten, Kamis (19/11/2020). Andi Iwan tidak mempermasalahkan beberapa konstruksi yang berubah dari perencanaan awal.

“Ternyata dalam beberapa segmen tertentu, ada wilayah-wilayah yang kemudian konstruksinya harus disesuaikan karena faktor tanahnya. Sehingga konstruksinya pun harus disesuaikan agar kuat dan mampu bertahan lama dengan kondisi tanah di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Tubagus Haerul Jaman menyampaikan, proyek Tol Serang Panimbang merupakan program prioritas nasional untuk meningkatkan perekonomian di Provinsi Banten.

“Sejauh ini progres proyek Tol Serang-Panimbang ini sudah cukup baik,” ucap Tubagus.

Menurutnya, kehadiran Komisi V dalam kunjungannya di Serang untuk memastikan jalan tol selesai tepat waktu.

“Kami di Komisi V DPR RI mendorong agar Tol Serang-Panimbang ini bisa selesai sesuai jadwal yang direncanakan yaitu pada 2023. Mudah-mudahan nanti dapat dimanfaatkan untuk akses ke Jakarta hingga ke Pandeglang, sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatkan hasil bumi di sana agar mudah di jual ke kota,” pungkasnya.

 

Penulis : Rahmat Mauliady

Editor : Luki Herdian