Kelanjutan Pembangunan RS Batua Butuh Rekomendasi Penyidik Polda Sulsel

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar kembali mengusulkan anggaran Rumah Sakit Batua untuk dimasukkan dalam APBD Pokok 2021.

Usulan anggaran proyek mangkrak tersebut tercantum dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Diskes Makassar, yang tengah dibahas di DPRD Kota Makassar.

RS Batua sebelumnya sudah menelan anggaran sebesar Rp26,7 miliar untuk tahap pertama. Sesuai rencana kala itu, RS Batua akan dibangun dengan konstruksi tujuh lantai. Sayangnya, baru pada tahap pertama nya sudah mangkrak. Bermasalah.

Lalu pada 2020, RS Batua dianggarkan lagi. Usulan alokasi anggarannya sempat tarik ulur. Dari usulan Rp100 miliar, turun menjadi Rp80 miliar. Kemudian disepakati pada APBD 2020 sebesar Rp50 miliar.

Untuk perkara hukumnya, RS Batua masih dalam an Sulsel terkait dugaan korupsi.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir membenarkan bahwa RS Batua kembali diusulkan penganggaranya di 2021 yang sedang dalam status lidik.

Dengan begitu, soal kelanjutan RS tersebut mesti mendapat dari Sulsel.

“Yang problem ini RS Batua karena dalam status lidik. Sehingga, kalau mau dilanjutkan dikan atau asistensi langsung dari Sulsel,” kata Wahab saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, Wahab menejelaskan, apabila usulan tersebut tidak mendapat persetujuan, maka dimungkinkan beberapa alokasi anggaran akan dialihkan untuk biaya operasional ke 30 Puskesmas pembantu yang tersebar di Makassar.