Farhat Abbas: TNI Harus Netral

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, JAKARTA — Pengacara Farhat Abbas ikut menyoroti langkah Pangdam Jaya yang menertibkan Baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) di beberapa titik di Jakarta. Farhat bilang TNI harus netral, tidak masuk dalam wilayah politik.

“TNI harus Netral. Tidak berdiri dibawah pro kontra Tiang Baliho, amankan dan damaikan negeri ini dengan kebijaksanaan militer, bukan pada keberpihakan, demokrasi kekuasaan kita kan dipilih dan yang memilih rakyat juga,” ujar Farhat Abbas dikutip dari akun instagramnya, @farhatabbasofficial, Sabtu (21/11).

Farhat juga menyinggung pernyataan Pangdam Jaya yang menyarankan agar Front Pembela Islam (FPI). Farhat mengatakan bahwa tugas TNI adalah amankan Negara. Bukan malah bongkar baliho. Farhat meminta TNI hargai kebebasan berpendapat.

“Siapapun gak boleh membubarkan Ormas FPI hanya karena pasang baliho. Tugas TNI Mengamankan Negara Bukan Bongkar-bongkar Baliho. Berperanglah melawan musuh. Bukan perangi takbir yang tanpa senjata. Hargai kebebasan berpendapat dan berserikat Warga Negara,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi, Farhat heran ada pihak-pihak yang dia anggap telah membenci ulama. Dia bilang, ulama tidak masuk politik. Sehingga jangan dimusuhi.

“Ulama jangan dimusuhin, apapun marahnya ulama tentu ada sebabnya. Melawan ulama gak bisa menang kalian. Di Indonesia Ulama gak akan menang berpolitik, kecuali udah jadi mantan ulama kemudian jadi politikus,” ucapnya. (dal/fin).