Waskita Kesulitan Keuangan, Tol Keramasan-Betung Terancam Molor

Ads Pemkot Makassar

Jakarta, RAKYAT SULAWESI – PT Waskita Karya (Persero) Tbk membutuhkan anggaran setidaknya Rp 7,6 triliun untuk melanjutkan pembangunan tahap II tol Keramasan-Betung di Sumatera Selatan. Hal itu terungkap saat kunjungan Komisi VI DPR RI dengan direksi Waskita di Palembang, Sumsel, Kamis (19/11/2020).

Guna memenuhi kekurangan anggaran, dalam pertemuan itu, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong Waskita untuk mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) agar progres proyek pembangunan tol itu bisa berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditargetkan.

“Pertama, (Waskita) melakukan pengajuan PMN untuk tahun 2021, dan penjualan salah satu ruas tol yang sudah ada saat ini, yang diharapkan bisa menutupi biaya yang saat ini diperlukan. Saya nilai langkah-langkah yang dilakukan manajemen Waskita ini sudah tepat,” ujar Andre melalui keterangan tertulisnya, Jumat (20/11/2020).

Pihaknya berharap direksi Waskita dapat melakukan efisiensi dan manajemen utang. Pasalnya, selain memiliki banyak utang, Andre mendengar Waskita juga memiliki banyak piutang.

Untuk menutupi utang itu, direksi Waskita merencanakan akan menjual salah satu ruas tol, seperti Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) atau salah satu ruas tol di Jawa. Kemudian barulah pihak Waskita akan membuat proyek baru, sehingga percepatan infrastruktur yang diinginkan pemerintah bisa berjalan sesuai target.

“Jadi menurut saya penugasan yang diberikan pemerintah kepada Waskita untuk menjalankan proyek strategis benar-benar bisa bermanfaat, ekonomi bisa tumbuh di Sumatera, terlebih khusus di Sumatera Selatan,” katanya.

Ke depan, Andre selaku Anggota DPR yang duduk di Komisi VI berjanji membantu persoalan Waskita dengan merealisasikan PMN.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan bahwasanya pembangunan jalan tol Kayu Agung-Palembang dan Betung hingga saat ini belum ada lembaga keuangan yang mendanai.

Sementara sesi pembangunan tahap satu sepanjang 42,5 kilometer sudah rampung dengan didanai langsung oleh pihak Waskita, yang berasal dari pinjaman komersial, bukan murni dari modal Waskita.

“Dulu asumsi awal proyek ini nilai investasi Rp 12 triliun lebih. Karena kondisi saat ini kami mengajukan perubahan tata ruang dan akhirnya disetujui dan nilai investasinya naik jadi Rp 22 triliun,” kata Destiawan.

Kenaikan ini secara konstruksi kata Destiawan menguntungkan Waskita, namun peningkatan investasi itu memberatkan keuangan Waskita.

Saat ini pihaknya mencari pinjaman lagi untuk menyelesaikan tahap dua pembangunan jalan tol Keramasan-Betung sepanjang 69 Km dengan harapan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Kami harap PMN sesuai saran Komisi VI bisa terealisasi secepatnya. Jika waktunya harus mundur dalam proses pengerjaan, paling tidak memberikan kepercayaan kepada publik bahwa pemerintah mendukung,” tandas Destiawan

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Luki Herdian