Tipidkor Polda Sumut Tetapkan Kasubbag Keuangan PD Pasar Kota Medan Tersangka # Wak Genk: Acungkan Jempol, Minta tersangka ditahan

Ads Pemkot Makassar

Medan,MPOL: Penyidik Unit IV Subdit III/ Ditreskrimsus , menetapkan Kasubbag Akutansi dan PD Kota Medan, Aidil Sofyan SE sebagai tersangka.

Penetapan Aidil Syofyan SE menjadi tersangka terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Induk Tuntungan (Lau Chi) Kota Medan sejak tahun 2015-2017 yang mengakibatkan kerugian negara Rp.1.483.000.000.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) , Kombes Pol Rony Samtana Putra S.IK melalui Kasubdit III/Tipikor, Kompol Wira Prayatna SH SIK MH, membenarkan penetapan tersangka terhadap Kasubbag Akutansi dan PD Kota Medan, Aidil Syofian SE.


“Benar, status Aidil Syofian sudah ditingkatkan sebagai tersangka terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Induk Tuntungan, Kota Medan pada Perusahaan Daerah Kota Medan,” ujar Kompol Wira Prayatna, Jumat (20/11/20).

Dijelaskan Kompol Wira Prayatna, Aidil Syofian yang kini menjabat sebagai Staf Medan Deli pada PD Kota Medan di sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara menyusul keluarnya hasil audit kerugian negara dari BPKP Perwakilan yang menemukan kerugian negara Rp.1.483.000.000.

“Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Kota Medan Nomor : 5113/2029/PDPKM/2015 Tentang Revisi Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Kota Medan Nomor : 511.3/1227/PDPKM/2015, tanggal 27 Pebruari 2015 Tentang Penetapan Biaya Sewa Tempat Berjualan di Induk Lau Cih Medan Tuntungan tanggal 07 April 2015. Bahwa tempat berjualan di Induk Lau Cih Tuntungan Medan sebanyak 1.215 dengan total uang yang harus disetorkan sebesar Rp. 9.348.000.000,” ujarnya.

Perwira melati satu itu menjelaskan adapun tempat yang disewakan antara lain, Grosir sejumlah 720 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 7.000.000, Sub Grosir I sejumlah 216 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 9.000.000, Sub Grosir II sejumlah 216 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 9.000.000, Wisata Buah 56 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 5.000.000, Ruko 6 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 20.000.000 dan Kantin 1 unit dimana 1 Unit seharga Rp. 20.000.000 perunit.

“Berdasarkan bukti kwitansi penerimaan uang kontribusi sewa Induk Tuntungan yang dibuat oleh Aidil Sofyan, SE, bahwa jumlah total keseluruhan uang kontribusi sewa Induk Tuntungan yang diterima oleh Aidil Sofyan sebesar Rp9.462.713.500 karena seluruh pedagang Induk Tuntungan sudah membayar uang kontribusi sewa namun yang disetorkan hanya Rp.7.865.000.000 sehingga terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp.1.483.000.000,” jelasnya.

Disebutkan, dalam menerima setoran uang kontribusi sewa pedagang Induk Tuntungan, Aidil Syofian melakukan secara gelondongan dari penyetor tanpa disertai rincian nama pedagang yang menyetor. Kemudian, Aidil Syofian membuat tanda terima uang berupa kwitansi (bukan kwitansi resmi PD. Kota Medan) diperuntukkan sebagai bukti pembayaran, dan hal ini khusus untuk pembayaran sewa Induk Tuntungan.

“Uang kontribusi sewa yang diterima Aidil Syofian tidak langsung membukukannya ke dalam Buku Kas Umum (BKU), melainkan menyimpannya di Brankas PD. Kota Medan dan dirinya mencatat penerimaan uang kontribusi sewa Induk Tuntungan dalam BKU setelah menyetor uang ke Bank,” jelasnya lagi.

Terhadap tersangka, sebut Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus su itu dipersalahkan melanggar Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang negara, Pasal 4 Permendagri 13 Tahun 2006 Tentang pedoman pengelolaan Daerah yang menyebutkan tentang azas Umum Pengelolaan Daerah.

Acungkan Jempol

Menanggapi kerja keras penyidik Unit IV Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus su, pengamat kepolisian, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk mengapreasiasi dan acungkan jempol atas penetapan Kasubbag Akutansi dan PD Kota Medan, Aidil Syofian SE sebagai tersangka.

“Kita patut apresiasi dan angkat jempol buat unit IV yang menetapkan Aidil Syofian SE sebagai tersangka,” tegasnya.

Dengan di sebagai tersangka, sambung aktivis sosial kemasyarakatan Kota Medan itu, sebaiknya dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

“Ditahan atau tidaknya tersangka tergantung penyidik dan itu tidak bisa diintervensi oleh siapapun namun kita berharap agar Aidil Syofian dilakukan penahanan sehingga ada efek jera bagi tersangka sendiri dan menjadi pelajaran bagi yang lain,” ungkap Kadiv Investigasi LSM Peduli Bangsa Sumatera Utara itu.***