Rencana Dirikan Kanal, Pemprov Minta Lahan di Sekitar CPI Dihibahkan

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta kepada sejumlah perusahaan swasta yang berada di sekitar Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) untuk menghibahkan lahan mereka.

Hal itu lantaran lahan dari ketiga perusahaan tersebut di antaranya PT. GMTD, PT Phinisi dan PT Bintang Duta Pariwisata terkena rencana pembuatan kanal.

Kepala Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambang Priyono membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan pembuatan kanal harus dilakukan agar terjadi sirkulasi atau perputaran air.

“Sehingga nanti sirkulasi air seperti di Pantai Losari itu tidak lagi bau sama seperti di belakang hotel The Rinra maupun daerah pasir putih, itukan airnya tidak berputar, tidak ada sirkulasi,” bebernya, Jumat (20/11/2020).

Oleh karena itu, Bambang mengaku mengumpulkan tiga perusahan tersebut berdasarkan inisiasi dari Gubernur Sulsel agar pemilik lahan ingin melepas secara sukarela lahan yang akan didirikan sebagai kanal.

“Jadi tanpa ganti rugi dari Pemprov dan Pemkot jadi nanti bisa menjadi daerah pariwisata, apalagi akan ada twin tower,” ungkapnya.

Sementara terkait respons petinggi dari ketiga perusahaan tersebut, Bambang menuturkan ketiganya menyetujui pembuatan kanal dengan menghibahkan lahan masing-masing.

Sedangkan soal konstruksi, ia membeberkan dalam waktu dekat akan langsung dikerjakan oleh perusahaan swasta yang berpatisipasi, sehingga tidak menggunakan APBD maupun APBN.