Migrasi Jelang Pemilihan, Ketua RT dan Warga Karang Anyar Pilih Appi Rahman, Daeng Tola: Programnya Dibutuhkan dan Peduli

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, MAKASSAR- Penyesalan selalu datang belakangan, pepatah ini yang sekarang dirasakan oleh warga dan tokoh masyarakat Jl Baji Nyawa, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Mamajang, Makassar.

Ini berkaitan dengan dukungan politik pada momen pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar.

Ketua RT 05 RW 01 Karang Anyar, Mursalim Liong, mewakili warga mengungkapkan hal itu saat menghadiri kampanye dialogis Munafri Arifuddin di Jl Baji Nyawa, Kamis (19/11/2020).

Mursalim yang akrab dipanggil Daeng Tola mengatakan, dirinya bersama warga Karang Anyar lainnya pada Pilwali 2018 lalu memilih kotak kosong.

Pilihannya itu ternyata tak membawa perubahan, bahkan menurutnya terjadi kesulitan dan kemunduran untuk kota Makassar.

“Saya dulu pilih kotak kosong, kita dulu itu lawan Pak Appi, tapi ternyata dulu itu kita salah. Ternyata pemerintahan kosong (tanpa wali kota defenitif) itu sebenarnya kurang bagus, jadi baru kita disadarkan bahwa memang harus ada pemerintahan yang defenitif,” ungkapnya.

Saat Pilwali 2018 lalu Mursalim menerangkan arah pilihannya ke kotak kosong lantaran sudah dicekoki dengan berbagai isu negatif serta iming-iming perubahan.

“Tapi ternyata itu semua tidak ada, baru kita sadari sekarang ini,” katanya.

Berbekal pengalaman di 2018, Mursalim pun mulai membuka pikirannya dan menentukan pilihan pada Pilwali 2020 dengan cara yang lebih cerdas.