KPU Denpasar Pastikan Seluruh Perangkat Logistik Sudah Disemprot Disinfektan

Ads Pemkot Makassar

 

RAKYAT SULAWESI |,

Pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tinggal beberapa minggu lagi. Selama ini persiapan yang menyangkut tahapan dilaksanakan. Kali ini, Kamis (19/11/2020) KPU menggelar rapat koordinasi pengelolaan perlengkapan pemungutan surat suara dan perlengkapan lainnya.

Acara rapat koordinasi mengundang anggota Perbekel dan Lurah, PPK serta PPS se- Kota yang bertempat di Balroom Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur.

Dalam sambutannya, Ketua KPU I Wayan Arsa Jaya berkomitmen melakukan pengelolaan Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 dengan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat jenis.

“Pemilu Tahun 2019 setidaknya memberikan pengalaman berharga bagi Kita, khususnya mengenai proses-proses pengadaan yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat jenis,” ujarnya (19/11/2020).

Ia juga mengimbau kepada penyelenggara agar menyiapkan diri. Apalagi pelaksanaan pemilihan yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang membutuhkan tenaga ekstra.

“Kali ini kita akan membahas persiapan penerimaan dan pengelolaan perlengkapan pemungutan surat suara dan perlengkapan lainnya,” jelasnya.

Lanjutnya, ia meminta kepada PPK agar berkordinasi baik dengan kecamatan maupun muspika. Hal ini agar pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota berjalan lancar sesuai tahapan.

Selain itu, terkait , KPU juga akan melakukan antisipasi. Utamanya soal pengiriman , mengingat Kota akhir-akhir ini masuk musim penghujan.

“Kondisi cuaca juga masuk dalam perhitungan kita, ini harus diantisipasi,” tuturnya.

Adapun proses pengiriman sebagai berikut. Pertama penyaluran dari KPU langsung di distribusikan ke PPS. Kemudian barang yang disalurkan harus dengan disinfektan. Lalu PPS yang menerima harus menggunakan alat pelindung diri. Seperti masker dan lain-lain. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Subro Mulissyi mengajak untuk saling mengingatkan agar menjaga integritas dan kredibilitas pada setiap level penyelenggara.

“Ayo kita berproses dengan baik, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,”ujarnya.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan penyuluhan kode etik dan benturan kepentingan dalam rapat koordinasi pengelolaan bersama PPK, PPS, Perbekel dan Lurah.

“Kita harus terus dan selalu menjaga kode etik. Karena kode etik menjadi satu hal yang wajib dan harus kita laksanakan. Dari tahapan awal sampai nanti selesai,” tandas lizi sapaan akrabnya.

Dia menginginkan Pilkada berjalan dengan baik. “Saya tegaskan bahwa penyelenggaraan Pilkada di Kota akan berjalan baik kalau kita semuanya baik,” ucapnya.

Agar jajaran, mulai dari KPU Kota, PPK dan PPS menjadi baik, Lizi selalu mengajak agar kerangka berpikir semuanya antisipatif.

“Jangan sampai ada persoalan kode etik yang akan terjadi di kemudian hari. Mulai dari saya, teman-teman anggota, sekretaris, jajaran sekretariat tingkat KPU Kota, PPK, sekretariat, dan jajaran PPS , semuanya harus dalam kerangka yang sama bagaimana terus menjunjung tinggi kode etik,” tuturnya.

Dalam Pilkada 2020, dicanangkan harus zero sengketa termasuk kode etik di dalamnya. “Maka kita harus satu pemahaman, satu persepsi bahwa menjaga integritas kita, menjaga kode etik adalah upaya kita mewujudkan zero sengketa,” tutupnya. (hd)