Kisah Pilu Belajar Online di Gowa, Siswa Alami Kebutaan hingga Nilai Drop Akibat Tak Punya Ponsel

Ads Pemkot Makassar

Rakyat Sulawesi, GOWA – Beragam peristiwa yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Gowa. Rata-rata semua yang terjadi bersifat memilukan.

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Seorang bocah bernama Indrianti Amran, 10 tahun meng buta pada kedua bola matanya sejak Sabtu (14/11/2020) lalu.

Awalnya Ririn, sapaan akrabnya, hanya meng pusing saat sedang bermain bersama teman sebayanya di Dusun Romang Bone, Desa Bori Matangkasa, Kecamatan Bajeng Barat.

Kemudian para sebelah kiri mulai samar. Keesokan harinya, saat Ririn bangun tidur, dia tidak mampu lagi melihat lingkungan sekitarnya.

Hanya cahaya lampu saja yang bisa dilihat. Selain itu, orang lain bahkan kedua orang tuanya tak bisa lagi dilihat masuk ke hari ke enam ini.

Nenek Ririn, Sataria Daeng Nganne menduga, yang di cucunya itu diduga akibat radiasi ponsel selama .

“Sepertinya karena itu radiasi ponsel saat . Mulai jam delapan pagi sampai jam 12 siang. Itu main ponsel terus,” kata kepada wartawan.

saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa belum turun langsung melihat bocah yang masih duduk di bangku SD Inpres Bontosunggu itu.

Dugaan soal penyebab yang di oleh Ririn masih perlu diselidiki oleh pihak terkait. Dia telah berobat ke RS Unhas. Namun belum ada hasil.