Gawat! Pensiunan TNI Merampok

Ads Pemkot Makassar

POSMETROMEDAN.com (Purnawirawan) TNI AD, Suparno (56) dan Guntur Harry Wibowo Limbong (25) anggota TNI AD gadungan dimassa. Peristiwa terjadi di Jalan Karya Utama, Komplek Perkantoran Pemkab Deliserdang, Kamis (19/11/2020) sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolsek Lubuk Pakam, AKP Hendri Yanto Sihotang SH menjelaskan, Suparno merupakan warga Dusun VII, Komplek Sukamaju Indah, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Sementara Guntur Harry Wibowo Limbong warga Dusun Warung Seri, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pagar Merbau, Deliserdang.

Keduanya dimassa setelah secara tak sengaja bertemu korban Edi Hutagaol (58) warga Jalan Hamparan Perak, Dusun IV, Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang di Taman Buah, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubukpakam.

Saat itu juga, korban berbalik arah dan mengejar serta meneriaki kedua tersangka yang sedang boncengan dengan “rampok”. Teriakan itu membuat warga yang melintas, turut mengejar dan mencegat keduanya.

Sekalipun mengaku TNI, massa yang kesal langsung menghakimi keduanya hingga babak belur. Tidak berapa lama, Personil Polsek Lubuk Pakam datang ke lokasi kejadian dan mengamankan Suparno dan Guntur berikut barang bukti.

Kepada petugas, korban Edi Hutagaol menerangkan jika sepedamotor miliknya dirampok oleh kedua pelaku pada 9 Nopember 2020 di Jalan Pembangunan, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam sekira pukul 15.00 WIB.

Ketika itu korban di stop kedua pelaku dan mengatakan jika Honda CB150R miliknya bermasalah lalu merampasnya.

“Saat itu, salah seorang pelaku membuka helmnya sehingga korban mengenalinya,” ujar AKP Hendri Yanto Sihotang SH.

Lanjut AKP Hendri, dari pengakuan kedua pelaku, sudah beraksi sebanyak 8 kali di Kabupaten Deliserdang. Di antaranya 3 kali di wilayah hukum Polsek Pagar Merbau Polresta Deliserdang.

Sedangkan di wilayah hukum Polsek Lubuk Pakam Polresta Deliserdang masih sekali. Sehingga pihaknya melakukan kordinasi dengan Polsek Pagar Merbau.

“Setelah kedua pelaku kita amankan, Subdenpom Lubuk Pakam datang untuk memastikan apakah kedua pelaku masih aktif atau tidak,” tutur AKP Hendri.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata pelaku Suparno sudah pensiun dengan pangkat terakhir Prajurit Kepala (Praka). Sedangkan Guntur Harry Wibowo Limbong adalah oknum TNI gadungan.

“Kedua pelaku dijerat pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” pungkas AKP Hendri. (bbs/ras)

The post ! TNI Merampok appeared first on POSMETROMEDAN.COM.