KPM PKH Desa Bontolempangan Dapat Bantuan Beras dari Pusat

Maros | Sebanyak 132 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (KPH) di Desa Bontolempangan Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros mendapatkan bantuan sosial beras (BSB) dari pemerintah pusat.

Muhammad Agus selaku Pendamping Keluarga Harapan Desa Bontolempangan, mengatakan, bansos berupa beras tersebut diberikan 15 kilogram per bulan untuk setiap KPM yakni bulan Agustus Dan September 2020, Jumat(25/9/2020).

“Iya, KPM mendapatkan Dua bulan berturut-turut. Jumlah keseluruhannya sebanyak 132 KPM. Saat ini baru disalurkan dua bulan yaitu bulan Agustus dan September. Seterusnya akan kita salurkan untuk bulan Oktober. Artinya, untuk tahap I ini mendapatkan 30 kg beras,” katanya.

Pembagian bantuan bersama perum Bulog tersebut diberikan dalam rangka bagian dari program jaring pengaman sosial (JPS) dalam rangka dampak Covid-19.

“Semoga ini bisa membantu masyarakat miskin disaat Pandemi ini. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Bontolempangan, Muhammad Warif,bantuan berupa beras dan Sembako ini sangat tepat sasaran. Masyarakat kita bisa langsung menggunakan bantuan tersebut,” pungkas Muhammad Warif.

Kegiatan penyaluran di Desa Bontolempangan juga dihadiri oleh Pendamping PKH,Muhammad Agus,BPD,Babimkantidmas,RT Sedesa Bontolempangan.

Program bansos beras ini merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dalam penanganan COVID-19, selain dari program reguler PKH, Sembako, dan BPNT yang sudah terlaksana sebelumnya.

Adapun regulasinya, data yang akan digunakan sebagai dasar penerima bansos beras adalah data by name by address (BNBA) perluasan. Data ini merupakan KPM PKH yang menerima bantuan bulan Agustus 2020. Transporter adalah pihak yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial untuk membantu pengantaran beras dari Perum Bulog sampai ke KPM PKH.

Koordinasi antara Dinas Sosial setempat, Bulog, serta Pendamping PKH sangat diperlukan supaya  penyaluran bansos beras berjalan baik dan tepat. Peran dan tanggungjawab dari masing-masing pihak yang terlibat adalah sebagai berikut:

– Kementerian Sosial bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi, sinkronisasi, pengendalian, perencanaan, penganggaran, sosialisasi, penyusunan pedoman, koordinasi pemantauan, dan evaluasi serta pengelolaan pengaduan Program Bansos Beras

– Perum Bulog bertanggungjawab dalam penyediaan dan penyaluran Bansos Beras dari Gudang Perum Bulog sampai titik distribusi tertentu

– Dinas Sosial bertanggung jawab dalam pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program bansos Beras di kab/kota; penanganan pengaduan di provinsi; koordinasi bansos beras dengan Korprov pendamping PKH dan Pemkab/Pemkot.

Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Kabid Validasi dan Terminasi Ditjen Linjamsos, Kepala Bagian Program dan Pelaporan Sekretariat Ditjen Dayasos, Kasie Peningkatan Kapasitas SDM Ditjen Linjamsos, serta staf Administrasi pangkalan data Ditjen Linjamsos.

| Raoda