Tidak Pakai Masker, Puluhan Warga Disuruh Gali Kubur Korban Covid

Rakyatsulawesi.co.id | Dalam rangka penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, Senin (14/9/2020). Aparat gabungan menggelar operasi yustisi dan menjaring puluhan orang karena tidak pakai masker.

Dari operasi yustisi yang digelar selama kurang-lebih 3 jam, sebanyak 24 orang yang tidak pakai masker memilih membayar denda sesuai dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2020 sebesar Rp 150.000.

Sementara 12 pelanggar, memilih hukuman melakukan kerja sosial. Mereka akan diarahkan menggali liang kubur untuk jenazah pasien Covid-19.

“Memang benar, untuk Pergub (Peraturan Gubernur) itu sekian (Rp250.000). Tapi, Pergub tetap menghargai kearifan lokal yang sudah dibuat, Perbupnya Rp 150.000,” ujar Kepala Satpol PP Gresik Abu Hassan, saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Abu Hassan menuturkan, Perbup Nomor 22 Tahun 2020 berikut besaran denda, sudah ada dan disepakati pasca Kabupaten Gresik menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju tatanan normal baru.

“Nah, ketika kami sudah menerapkan hal itu, daerah lain baru mulai,” ucap Abu.

Bagi yang tidak pakai masker, Sebelum diberi dua opsi hukuman, apakah membayar denda atau melakukan kerja sosial. Para pelanggar lebih dulu dihadapkan pada layaknya agenda persidangan.

Dengan meja dan kursi yang sudah ditata saling berhadapan, antara panitera dengan para pelanggar. “Kami sita KTP pelanggar dulu, baru kami sidang layaknya tipiring (tindak pidana ringan). Kami tawarkan dulu, bayar denda atau pilih hukuman kerja sosial,” katanya.

Bagi yang tidak memakai masker dan memilih denda, lanjut Abu Hassan, mereka dipersilahkan untuk melakukan pembayaran  atau transfer. Begitu sudah menyerahkan bukti pembayaran, maka petugas Satpol PP menyerahkan KTP pelanggar yang sempat disita.

Sementara bagi yang memilih hukuman kerja sosial, Satpol PP Gresik sudah mewacanakan ‘menggiring’ 12 pelanggar untuk menggali liang kubur bagi pasien Covid-19. Seperti yang sempat dilakukan oleh jajaran Muspika Cerme, Gresik, beberapa waktu lalu.

“Jadi, 12 pelanggar yang tidak pakai masker, memilih hukuman kerja sosial. Akan kami bagi dalam dua grup, setiap grup enam orang. Mereka akan kami suruh untuk menyiapkan lubang liang kubur bagi pasien Covid-19 di TPU Telogo Pojok,” kata Abu Hassan.

Dalam operasi yustisi di depan Kantor Bupati Gresik, selain dipantau langsung oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berikut jajaran.

Turut pula hadir Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan jajaran, Dandim 0817 Gresik Letkol (Inf) Taufik Ismail dan jajaran, serta kepala Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe.

“Tindakan yang kami lakukan ini sebagai upaya untuk lebih mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” tutur Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto.

Sumber: Kompas/https://regional.kompas.com/read/2020/09/15/08350581/tidak-pakai-masker-puluhan-warga-gresik-didenda-rp-150000-dan-gali-kubur?page=all#page2