oleh

Temui Pengunras Wakil Rakyat Bone ini Bilang Begini

Bone l Ucapan yang pertama patut diucapkan Alhamdulillah sungguh luar biasa perhatian salah seorang anggota DPRD Bone, Hj Adriani Alimuddin Page dari partai Golkar yang peduli akan tuntutan pengunjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, di Gedung DPRD Bone, Kamis (27/09/2019).

Tanpa gunakan waktu jedah dari perjalanannya dari Makassar langsung menemui para pengunras di Gedung DPRD bersama Ketua DPRD sementara A.Akbar Yahya dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Usai menerima aspirasi pengunras di Ruang Paripurna DPRD Bone, Adriani melanjutkan kegiatan Press Release dengan mengundang beberapa awak media dan Jenderal Lapangan, Iwan Taruna dan tiga lainnya dari Lembaga Pemuda dan Kemahasiswaan serta menghadirkan anggota dewan lainnya saat aksi dari gabungan 17 (tujuh belas Lembaga) dengan menamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (APM).

Adriani, sebagaimana yang disampaikan pula saat menerima pengunras di DPRD bahwa intinya kami Anggota Dewan merestui dan menyetujui tuntutan para adek dari mahasiswa maupun organisasi pemuda dan siap mendampingi perwakilan pengunras ke Jakarta bila itu memang perlu,

Sehingga tujuan saya pertemuan dengan mengundang rekan media, adek pengunras dan anggota dewan untuk sama sama mencari solusi yang terbaik, sebab saya secara pribadi belum mengetahui persis apa yang terjadi dikarenakan saat itu saya lagi di Makassar, ujar Adriani.

Niat baik Hj.Adriani, yang terpilih kembali sebagai anggota dewan sedikit tercederai dari apa yang diagendakan awak media sebab ada dua anggota dewan tidak bisa menahan emosinya saat bertemu dengan Jenderal Lapangan dan beberapa rekannya, sehingga solusi yang hendak diinginkan belum jelas, namun yang perlu dicatat, kepedulian seorang anggota dewan dengan permasalahan rakyatnya patut mendapat apresiasi.

“Saya ada di DPRD sebagai anggota dewan karena kalian semua” ujar Adriani.

Akhir dari pertemuan mengharapkan adanya permohonan maaf dari pengunras APM, namun Adrriani tetap menghormati keputusan Pengunras APM, sebab saat unjuk rasa (25/09/2019) terjadi pengrusakan dan pembakaran di Ruang Paripurna atau ruang utama yang dianggap sakral oleh Fahry salah seorang anggota dewan yang mana selain tiidak beretika saat menyampaikan aspirasi untuk membatalkan revisi UU KPK dan Pengesahan KUHP oleh DPRD pusat juga merobek surat yang dianggap penting, tutur Fahry.

Semoga usaha Adriani sebagai perwakilan rakyat yang tetap ingin melihat masyarakat Bone sejahtera dengan segala macam persoalan tentunya perlu mendapat dukungan semua pihak.

(A.Syafri Azis, Biro Bone melaporkan)

Komentar

News Feed