DIDUGA ADA TAMBANG NICKEL ILEGAL BEROPERASI DI KOLAKA UTARA

KOLAKA UTARA | RAKYAT SULAWESI, Dugaan penambang ilegal masih beroperasi di Kabupaten Kolaka Utara, khusunya di wilayah Totallang dengan nama perusahaan PT CMU, demikian dikatakan sumber ke media Rakyat Sulawesi, belum lama ini.

Sumber menjelaskan, perusahaan tambang yang bergerak sebagai penyuplai material nickel (ore) diduga sudah tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), bahkan IUP yang dimiliki PT CMU, sudah beberapa tahun tidak berlaku karena pemerintah sudah tidak memberikan perpanjangan izin tambang untuk perusahaan tersebut.

Lanjut sumber, PT CMU sebelumnya melakukan usaha penambangan di wilayah Kecamatan Tolala namun terhenti karena desakan warga untuk menutup tambang tersebut, akhirnya PT CMU melakukan penambangan di wilayah Totallang, dimana diduga IUP yang dimilikinya diluar dari wilayah peta radius lokasi penambangannya serta IUP-nya sudah habis masa berlakunya.

Dari hasil investigasi tim media Rakyat Sulawesi di wilayah Totallang nampak aktivitas tambang sedang berlangsung, namun saat tim media mencoba untuk melakukan wawancara ke sejumlah pekerja, mereka (pekerja) tidak mau memberikan informasi terkait siapa pemilik dari usaha tambang (PT CMU) yang dijalankan tersebut, bahkan mereka terkesan tertutup, termasuk saat dimintai kontak yang dapat dihubungi dari pemilik perusahaan yang membawahinya guna melakukan konfirmasi perimbangan berita.

Selain itu, pekerja juga menjelaskan bahwa pemilik tambang tersebut sangat jarang di lokasi penambangan.

Sementara itu, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat berdomisili di Makassar yang belum mau lembaga dan namanya dimediakan, mengatakan, agar pihak terkait seperti dari kepolisian (Polda Sultra) atau kejaksaan, pelabuhan yakni kesyahbandaran, serta Dinas ESDM setempat dapat turun langsung ke lokasi dengan lebih proaktif, guna menindaki para penambang yang diduga ilegal tersebut, sehingga dapat mencegah timbulnya kerugian negara yang akan terjadi.|Tim