Dinilai Ingkar, Warga akan Blokir Jalan Menuju Perumahan Pandawa Pangkep

Rakyat Sulawesi – Sejumlah masyarakat sekitar mengeluhkan keberadaan jalan milik perumahan Pandawa Tamarupa, pasalnya selain jalanan yang belum rampung tersebut menggangu warga yang bermukim di sekitar perumahan karena banyaknya debu yang bertebaran dari jalan, warga juga merasa kecewa karena pihak pengembang dari perumahan Pandawa Tamarupa dinilai keluar dari kesepakatan awal saat rapat, demikian diungkap sumber yang juga bermukim di Desa Tamarupa Kecamatan Mandalle, Pangkep Rabu kemarin.

Sumber mengungkapkan, Dalam rapat yang dihadiri pihak pengembang perumahan, Kapolsek, Danramil, aparat desa, serta warga lainnya, pihak perumahan berjanji akan menyiram debu yang berhamburan di jalan 4 kali dalam sehari, tapi sampai sekarang belum diwujudkan. Bukan hanya itu, sumber lain mengatakan turut kecewa karena diduga akibat debu, warga yang ingin berbelanja merasa enggan ke warungnya, sehingga pemasukan dari dagangannya menurun.

“Karena banyaknya debu yang bertebaran, pembeli di warung saya sudah berkurang untuk singgah belanja, biasanya saya dapat pembeli 700 ribu per hari sekarang hanya 50 sampai 100 ribu per hari,” keluh sumber.

Lanjut sumber, bahkan beberapa hari yang lalu ada seseorang pengendara motor terjatuh diduga gegara banyaknya tumpahan tanah di tengah jalan, jelas warga.

Sejumlah warga sekitar mengakui, kami tidak menyesalkan dengan adanya perumahan justru kami senang karna kampung kami rame, tapi kami hanya ingin pihak perumahan tepati janjinya untuk menyiram jalanan dengan air agar debu tidak bertebaran sesuai kesepakan yang disaksikan oleh Kapolsek serta Danramil dan aparat desa.

Dan jika perjanjian tersebut belum ditepati, sejumlah warga akan memblokir jalan masuk perumahan sampai kesepakatan itu ditepati, ungkap beberapa masyarakat yang namanya tidak mau di mediakan.

Sementara itu ketua LEMBAGA ALIANSI INDONESIA Syahrumi Andi Baso, mengatakan seharusnya pihak perumahan bertanggung jawab dan tepati perjanjian tersebut untuk salang menjaga terjadinya hal yang tidak di inginkan, mengingat jalan tersebut adalah jalan poros Makassar-Parepare, terang Syahrumi di ruang sekretariatnya jalan Flamboyan, Pangkep Selasa, 09/05/2017.|™